Assalamualaikum Warahmatullah
Hiwabarakatuh
Sabtu, 10 maret
2017. Jam 05:00 pagi, jalan yang sepi di kota Banjarbaru ini terasa tidak
seperti biasanya, alma kuning yang menghiasi jalanan. Tidak, lebih tepatnya
mahasiswa yang sedang berlomba mengejar waktu. Memangnya apa yang mereka
lakukan di pagi buta seperti ini? yah.. mungkin mereka yang pernah merasakan
bagaimana jika terlambat di hari penting seperti ini, termasuk diriku yang mengetahui
bagaimana teriakan-teriakan yang mengalahkan kicau burung, atau lebih tepatnya
lebih keras dari suara motor poswan yang busi-nya hampir mati.
Akhirnya kami
sampai di depan gerbang. Seperti biasa, mereka telah menunggu dengan tatapan
sayu, entah karena kelelahan atau mungkin memang dari sananya. Aku dan
teman-temanku melewati mereka dengan sangat hati-hati, bak melewati sekumpulan
beruang ganas yang sedang hibernasi. “helm safety-nya di pakai de” ujar seorang
kakak BEM yang sedang berjaga. Dengan pelan-pelan kami menuruti perintahnya. Tiba-tiba
GUBRAKK, gawat aku terlalu grogi “pelan-pelan aja dek” ucap sorang kaka yang
sedang menahan tawanya saat melihat tingkahku. Dengan salah tingkah kuambil
lagi helmku sambil menahan malu. Tak sampai disitu, ternyata ada semacam pos lagi
yang sedang menunggu kami “dibawa motornya dek” teriak seorang kakak yang
sedang berjaga. Hal seperti ini sudah biasa kami alami saat di PKKMB yang cukup
melelahkan itu.
Sesampainya di
parkiran ternyata sudah banyak mahasiswa yang berbaris di lapangan lengkap
dengan atribut-atribut yang mereka pakai. Aku berlari sambil terengah-engah
akibat menyeret sepeda motor tadi. Sepertinya ada yang berbeda di sini pikirku,
kali ini suasananya terasa sedikit lebih hangat dari acara sebelumnya. Ternyata
ini yang kami rasakan jika tidak terlambat. Jam 06:30, benar saja, mereka yang
terlambat terkena bentakan serta hukuman yang pernah ku alami. Tunggu, ada yang
melawan. Seharusnya dia tau apa yang akan terjadi jika dia melakukan itu, atau
mungkin dia sedang berada di bawah tekanan yang sama sekali tidak kami ketahui.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya dia meminta maaf atas tindakan yang telah dia
perbuat.
Jam 08:00,
setelah menerima ajaran dasar dalam baris-berbaris, kami di pinta untuk
memasuki ruang aula yang berada di lantai 3. Satu persatu kelompok menaiki
tangga yang telah di sediakan. Akhirnya kami diperkenankan untuk duduk dan
memakan snack yang kami bawa. Beberapa menit kemudian, datanglah penarasumber
yang siap membawakan materinya. Baru sekitar 10 menit-an sudah terlihat wajah
mengantuk dari beberapa peserta tak terkecuali aku. Ini akibat kebiasaan yang
jarang kami lakukan yakni bangun pagi. Tak terasa ternyata materi telah
selesai, tiba-tiba semua peserta meneriakan jargon “PAGI!!” sontak hal tersebut
membangunkan mereka yang tengah ketiduran. Kali ini berlanjut ke penarasumber
kedua, ah paling sama membosankan seperti tadi pikirku. Aku dan beberapa peserta
pun menundukan kepala lagi untuk melanjutkan acara tidur yang sempat terganggu.
“hahahaha” gelak tawa tiba-tiba menghiasi seisi ruangan, karena penasaran ku
coba untuk ikut mendengarkan. Tunggu, ini StandUp kah? Pikirku, materi yang
dibawakan bapak ini berisikan lawakan yang memang terdengar lucu dan tidak di
ada-ada. Beliau bahkan sempat menyinggung sistem senior-junior yang di anggap
kurang tepat ini.
Jam 12:30, kami
bersiap menuju ke masjid untuk menjalankan shalat zuhur. Akhirnya, kaki yang
kupikir sudah tidak ada ini kembali pulih dari rasa kesemutan. Perjalanan ke
masjid di barengi dengan panasnya terik matahari. Wah ada yang jualan es
teriaku kepada teman-temanku. Kamipun bergegas menghampiri namun niat kami
putus di tengah jalan akibat ada seorang kakak yang sedang berjaga di tempat
itu. Shalat selesai hampir jam 1 siang, itu artinya hanya tinggal beberapa
menit saja untuk kembali ke aula. Untungnya kami tidak terkena marah karena
datang melewati waktu yang telah di janjikan.
Acara selanjutnya
adalah UKM-Day atau bisa di bilang perkenalan UKM yang ada di kampus ini. Acara
ini kulewatkan dengan tidur ayam, karena kupikir aku tidak mungkin mengikuti
berbagai UKM yang diadakan di Banjarbaru, setiap minggu menempuh perjalanan
yang jauh hanya sekedar untuk latihan, dan itu pun belum tentu dapat mewakili
berbagai perlombaan nantinya.
Jam 02:30 siang,
acara hari ini ditutup dengan pengumpulan tugas rumah dan jurnal yang berisikan
rangkuman akan materi hari ini. Tapi ini
belum berakhir, acara ini akan di lanjutkan di sabtu depan dengan rangkaian
acara abdi masyarakat dan juga hima day. Tentu saja kami di beri pesangon yakni
tugas individu dan kelompok yang harus di kumpul sabtu depan. Yap kalian benar,
cerpen ini adalah salah satu dari tugas individu tersebut. Maaf apabila ada kesalahan
kata dan juga kurang lengkapnya cerita yang saya berikan.
Wassalamualaikum Warahmatullah Hiwabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar